Oleh: taqiku | 27 Februari 2008

Ibu-ibu Gunung

Ibu lupa kalau kemaren taqi ulang bulan, berarti sudah 1 tahun 7 bulan.

Kemaren juga hari terakhir ambil catering, karena ibu-cateringnya lagi ke pekanbaru, mungkin tgl 15 maret baru balik lagi ke natuna. Waduh..berarti selama itu ibu harus extra masak yah (gak juga..beli juga bisa kan?)

Oia sedikit cerita aja, kata ayah setiap pagi sekitar pukul 06.30 wib, sering lewat didepan rumah 3 orang ibu yang memanggul keranjang berat di kepalanya, mereka menapaki aspal tanpa memakai sandal, ibu memang jarang ngeliat mereka karena di jam-jam tersebut ibu biasanya lagi sibuk cuci piring atawa masak mie (hehehe.., gak bisa masak yang lain apa bu?)

Cari-cari informasi dari ibu sebelah (yang jaga taqi), mereka rumahnya jauh di gunung, mereka berjalan kaki dari gunung entah kemana menawarkan apa saja yang bisa mereka jual, entah itu pisang, daun ubi, minyak sayur (yang dibuat sendiri dari buah kelapa, bukan dari sawit), dll.

Ibu dan ayah berangkat kerja sekitar pukul 08.00 wib (jadwal masuk kantor sih jam 08.00 wib, tapi berangkat dari rumah jam 08.00 wib juga, biasalah ibu..telat lagi , telat lagi), ditengah jalan, biasanya kami ketemu mereka lagi nawarin kewarung-warung dipinggir jalan, waduh lama banget ya mereka jalan. Bayangin dari jam berapa mereka keluar dari rumah masing-masing yang ada di gunung sana.

Begitulah sekilas kehidupan orang-orang disini, jangankan untuk pendidikan, untuk makan aja sangatlah susah, tapi…masyarakat disini juga terlalu dimanja oleh pemda, kenapa? karena dari issue yang ibu dengar masyarakat natuna sangat tahu dengan anggaran pemerintahnya, karena mereka sering buat proposal ini dan itu, minta kerja ini dan itu (kayak mudah aja ya..), dulu di kantor pemda, rakyat yang datang biasa aja pake sandal jepit, masukin proposal atau apalah, nah..sekarang sudah ada peraturan, kalau ke kantor pemda pakaian harus rapi dan tidak boleh pakai sandal jepit. Ada yang dimanja dan ada juga yang harus gigih mempertahankan hidup.

Satu hal lagi, kalau hari raya, baik itu Idul Fitri ataupun Idul Adha, para pejabat open house. Hari pertama lebaran jarang kita temukan anak-anak berlebaran kerumah kita, karena mereka dan para temannya sibuk ke rumah Bapak Bupati, dirumahnya (yang gak ada pagar sama sekali, dipinggir jalan) sudah kayak pesta rakyat, tenda sana sini, makanan siap saji, ada sate, bakso, nasi dan lauk pauknya, dll, banyaklah..tapi rakyat juga kadang kehilangan rasa malu, apalagi para ibu-ibu (kalau anak-anak masih wajar), ibu pernah liat ibu-ibu ambil air kaleng satu tas ransel penuh plus kantong plastik hitam yang besar, keluar dari rumah bapak bupati, bukan cuma satu, banyak yang ibu liat kayak begitu, kalau anak-anak hari pertama lebaran kalau salaman sama bapak bupati dapat angpao lima puluh ribu rupiah (lumayan khan..), tapi..karena banyak anak yang sudah dapat angpao balik lagi dan salaman lagi, jadi sekarang kalau sudah salaman jari jempolnya di celupin ke tinta (sebagai tanda, kayak pemilu aja yach), ada juga yang bandel habis dicelupin dia pergi entah kemana sibuk bersihin tinta dijarinya, hehehe…

ibu ada tebakan, apa bedanya antara orang gila sama orang jenius?

jawabnya, kalau orang gila kalau ngomong suka ngelantur entah kemana dan gak balik lagi, tapi..kalau orang jenius walau omongannya sudah ngelantur kesana kemari tapi dia bakal balik lagi ketopik semula.

nah..sekarang ibu balik lagi ketopik awal yah, tentang ibu-ibu gunung🙂

Sampai sekarang ibu masih belum sempat bertemu langsung dan ngobrol, ibu pengen tau juga isi dari keranjang2 mereka, melihat keadaan mereka seharusnya kita lebih bersyukur dengan keadaan kita sekarang, mereka mungkin akan merasa sangat beruntung apabila isi keranjangnya di beli orang walaupun mungkin bagi kita hasilnya sangatlah sedikit, apalagi jika dibandingkan dengan pengorbanan yang ditempuhnya berkilo-kilo meter jauhnya (benar2 tidak sebanding), tapi itulah kehidupan, semuanya harus kita syukuri, karena tujuan utama kita didunia ini adalah untuk beribadah (dalam skala yang lebih luas) dan tujuan akhirnya adalah Allah swt.


Responses

  1. Selamat Ulang Bulan Taqi.. semoga nejadi anak yg Sholeh dan patuh kpd kedua orang tua, dan umur yg tersisa dapat lebih bermanfaat dan barokah.. amiiiiiiiin…

    mau dunk oleh-olehnya…. ntar tante ama om mapir, tapi rumahnya dimana..hehehe.. kalo oleh2nya takut basi.. boleh kok di paketin ajah😛

    —————————————————-
    amin, makasih om doanya.

    hahaha…malah kalau dipaketin oleh2nya jadi basi om, karena oleh2 dari taqi emang agak sensitif dengan yang namanya paket hehehe ngeles.

    mampir aja, gak jauh kok cuma di pulau natuna dekat vietnam, nah lho.. :p

  2. Busyet dah jauh banget rumahnya taqi

    ————————-
    Kalau om pintar berenang, gak jauh kok hehehe…..
    tapi nyasar kemana gak tau ya dan gak tanggung tawab🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: